Laragon : Lingkungan Pengembangan Aplikasi Web Lokal

Logo Laragon

Apa itu Laragon?

Berbicara tentang lingkungan pengembangan website lokal di Windows, umumnya orang menggunakan XAMPP yang sudah sangat terkenal itu. Saya termasuk salah satu pengguna setia XAMPP karena sangat terbantu dengan tool tersebut. Sampai beberapa tahun lalu (ketika masih menggunakan Windows) saya menemukan Laragon. Dan wow, tool yang satu ini sangat memenuhi kebutuhan saya terhadap lingkungan pengembangan yang “lebih bagus” dari XAMPP (“lebih bagus” itu pengakuan jujur saya dari lubuk hati yang paling dalam :D)

Laragon mendukung beberapa software dasar yang dibutuhkan developer seperti :

  1. PHP, Go, NodeJS, Apache, Nginx, MySQL, Redis, dll
  2. Framework seperti Codeigniter, Laravel, Ruby on Rails, dll
  3. Bahkan CMS seperti WordPress, Joomla, dll.

Sangat membantu mempercepat instalasi dasar lingkungan pengembangan software. Konfigurasi-konfigurasi juga sangat memudahkan. Misalnya konfigurasi virtualhost web server menggunakan Nginx/Apache dan konfigurasi DNS lokal tinggal klik-klik-klik.

Kelebihan Laragon:

Sangat efisien

Performa yang sangat tinggi dengan kebutuhan minimal hardware yang rendah. Dapat dijalankan di laptop jadul dengan lancar, hanya membutuhkan lebih kurang RAM 4MB. Hemat energi hemat biaya kan?

Mudah digunakan

Mudah di-install, mudah digunakan, mudah melakukan konfigurasi.
Beberapa hal yang dipermudah ;
– Pengen install CMS WordPress? Satu klik saja.
– Ingin menunjukkan pekerjaan lokal kepada konsumen? Satu klik saja.
– Ingin enable/disable salah satu/beberapa ekstensi PHP? Satu klik saja.

URL lokal yang mudah

Ketimbang menggunakan URL http://localhost/blablabla, dengan mudah kita bisa membuat URL sendiri seperti http://framelo.lokal, atau http://framelo.coba, sesuai keinginan.

Modern dan Powerful

Sifatnya containerized, isolated & portable. Selain digunakan untuk pengembangan aplikasi berbasis PHP tapi juga siap digunakan untuk Stack MEAN (Mongodb-Express-Angular-NodeJS), Ruby on Rails, Django, Flask, Java, Go.

Instalasi

Download di alamat resminya.

Download Laragon
Halaman download Laragon
Installer Laragon
Installer

Lakukan instalasi dengan membuka file instalasi yang telah di-download.

Instalasi laragon
Instalasi
Root file web lokal
Di sinilah file-file aplikasi PHP ditaruh

Demikianlah sekilas tentang Laragon. Silakan dicoba, dijamin langsung nyaman. Dokumentasinya sangat lengkap di website resminya. Kalau mengalami kesulitan, silakan tinggalkan komentar di kolom komentar di bawah ini.

Install PHP-FPM dan Nginx di Ubuntu Server 16.04

PHP-FPM dan Nginx

Ada beberapa server web yang sering digunakan seperti Apache, Nginx, Litespeed, dll. Saya lebih cenderung menyukai Nginx karena kemampuannya yang bagus dengan spesifikasi hardware yang minim. Kekhususan Nginx (dibaca : Engine X) adalah untuk melayani pemrosesan file-file statis web. Untuk itu diperlukan PHP-FPM untuk pemrosesan file-file dinamis.

Sekilas tentang PHP

PHP bisa dikatakan sebagai bahasa paling populer saat ini sebagai bahasa pemrograman web yang bekerja di sisi server. PHP di kembangkan pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, dan sekarang dikelola oleh The PHP Group.

Perbandingan bahasa pemrograman web
Perbandingan Bahasa pemrograman web

Sifat PHP adalah intrepreter language, yang berarti kode program dijalankan oleh program interpreter yang menterjemahkan ke dalam bahasa mesin. Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.

Instalasi Nginx

sudo apt-get update
sudo apt-get install -y nginx
sudo service nginx start

Coba jalankan web browser lalu masukkan alamat http://localhost

Welcome screen Nginx
Welcome screen Nginx web Server

Apabila di localhost tampil halaman seperti di atas, maka berarti instalasi Nginx berjalan baik dan berhasil menampilkan halaman default.

Install PHP7.2-FPM

Update paket Ubuntu

sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade
sudo apt-get install software-properties-common

Menambahkan repository php 7.2

sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php

Update repository paket Ubuntu

sudo apt-get update

Install paket PHP 7.2 dan paket-paket pendukungnya.

sudo apt-get install php7.2 php7.2-fpm php7.2-common php7.2-cli php7.2-mysql php7.2-json php7.2-gd php7.2-mbstring

Konfigurasi PHP7.2-FPM dan Nginx

Agar web server Nginx dapat bekerjasama dengan PHP7.2-FPM dalam melayani file-file statis (Nginx) dan file-file dinamis (PHP-FPM), perlu dilakukan konfigurasi pada Nginx.

sudo nano /etc/nginx/sites-available/default
Konfigurasi Nginx
Konfigurasi

Tambahkan index.php pada baris index. Tujuannya agar file pertama yang dilayani nanti adalah file index.php.

File /etc/nginx/sites-available/default
Konfigurasi Nginx default

Cari blok konfigurasi FastCGI seperti gambar di atas. Lakukan perubahan pada file tersebut agar Nginx dapat mengenali PHP-FPM.

Ubah konfigurasi Nginx
Ubah file konfigurasi Nginx

Lakukan perubahan dengan menghapus komentar (#). FastCGI di sini menggunakan PHP7.2-fpm. Setelah diubah tekan tombol Ctrl-O diikuti Enter untuk menyimpan perubahan. Lalu tekan tombol Ctrl-X untuk keluar dari editor Nano.

Testing hasil perubahan konfigurasi nginx :

sudo nginx -t
Testing konfigurasi Nginx
Testing konfigurasi Nginx

Apabila tampil seperti di atas, maka itu berarti file konfigurasi Nginx sudah benar. Apabila masih ada kesalahan, silakan betulkan dulu file konfigurasinya.

Untuk mengetes apakah PHP-FPM sudah berjalan, kita buat sebuah file php di lokasi folder root server web :

nano /var/www/html/info.php
<?php phpinfo(); ?>

Simpan perubahan file info.php dengan menekan tombol Ctrl-O dilanjutkan Enter, lalu Ctrl-X untuk keluar.

Buka browser, lalu ketikkan alamat http://localhost/info.php.

phpinfo()
Halaman info.php

Apabila telah tampil halaman phpinfo() di atas, berarti instalasi sudah dilakukan dengan benar.

Troubleshoot: hubungi saya di bagian komentar halaman artikel ini. 🙂

Setelah berhasil melakukan instalasi PHP, PHP-FPM dan Nginx maka bersama dengan database mysql terbentuk Stack Pemrograman Web berbasis PHP di server yang lazim disingkat LEMP (Linux, Nginx, MySQL, PHP)